Pelayanan Kontrasepsi dalam Sistem Pelayanan Kesehatan di Era BPJS

Setahun sebelum penelitian ini dilakukan, saya mendengar pidato salah satu pejabat Negara bahwa pelayanan KB di dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu mendapat perhatian khusus karena kebutuhan untuk membeli kondom saja mencapai 11 trilun. Meskipun barangkali ucapan dalam acara Seminar Nasional tentang Kebijakan Kesehatan di Surabaya tersebut sambil bergurau, saya menanggapinya dengan serius. Pelayanan kontrasepsi sebagai bagian pokok dari program Keluarga Berencana Nasional ternyata tidak menjadi isu penting dalam pelaksanaan JKN di Indonesia. Saya menangkap bahwa masalah KB tidak menjadi isu serius seperti halnya dalam program ‘Obama Care’ di Amerika Serikat.

UJI KLINIS PERBANDINGAN EFEKTIFITAS, KEAMANAN DAN PENERIMAAN KONTRASEPSI YANG MENGANDUNG LYNESTRENOL (NEXTON® DAN EXLUTON®) UNTUK WANITA MENYUSUI DI INDONESIA

Di Indonesia, pola menyusui secara ekslusif sangat rendah selama beberapa tahun terakhir ini. Ditengarai bahwa perubahan pola menyusui berdampak pada lamanya amenorrhea selama laktasi sehingga kembalinya ovulasi pasca melahirkan diduga semakin cepat. Di sisi lain, penggunaan kontrasepsi pasca persalinan masih relatif rendah karena kesadaran dan pilihan teknologi kontrasepsi pasca melahirkan belum disosialisasikan dengan baik. Setiap tahun lebih dari 4 juta wanita melahirkan anak, akan tetapi hanya sekitar 14 persen dari mereka menggunakan kontrasepsi dalam kurun waktu 6 bulan pasca melahirkan.

Annotated Bibliography: Selected Researches on Family Planning in Indonesia 2005-2015

Indonesia is well known for the success story in promoting and implementing family planning program nationally since 1970s. Prior to the introduction of the family planning programme in the 1970s, the total fertility rate (TFR) is 5.6. Over the subsequent period, the adoption of contraception along with changes in people’s perceptions regarding the ideal number of children and ideal age for marriage caused a dramatic decline in fertility levels.

Profil Kependudukan dan Pembangunan di Indonesia Tahun 2013

Undang-Undang No. 52 Tahun 2009 tentang ‘Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga’ mengamanatkan bahwa penduduk harus menjadi titik sentral dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan terencana di segala bidang untuk menciptakan perbandingan ideal antara perkembangan kependudukan dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan serta memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa harus mengurangi kemampuan dan kebutuhan generasi mendatang, sehingga menunjang kehidupan bangsa.

Fact sheet of Indonesia Track20

From its inception, FP2020 has been committed to leading a transformation in the global monitoring of family planning (FP). FP2020’s measurement agenda requires a standardized approach to monitoring and evaluation that produces internationally comparable estimates on an annual basis across the 69 FP2020 focus countries. FP2020’s 17 Core Indicator estimates are produced by Track20, a project of Avenir Health, in collaboration with a network of country FP measurement specialists. Track20 trains country M&E specialists to use the FP2020 Core Indicators in alignment with country FP strategies, and supports annual country consensus workshops where government ministries of health and diverse stakeholders conduct reviews of FP data. The University of Gadjah Mada is Avenir Health’s implementing partners in Indonesia.

Tingkat, Tren dan Faktor Penentu dari Informed Choice dalam Keluarga Berencana di Indonesia

Informed choice adalah suatu bagian penting dari pelayanan keluarga berencana. Informed choice mengacu pada apakah wanita diberikan informasi yang cukup ketika memilih metode keluarga berencana. Informasi spesifik ini menjadi salah satu indikator global komitmen FP2020 terhadap keluarga berencana dan dikenal sebagai Method Information Index (MII). Implementasi Informed choice akan membantu pemerintah memastikan bahwa pelayanan keluarga berencana disediakan dengan kualitas yang bagus dan dengan prinsip berdasar hak. Memaksimalkan informed choice diharapkan dapat membantu mengurangi tingkat putus pakai, unmet need dan method mix nasional yang tidak seimbang.

Putting the results of the 2015 PMA 2020 survey in Indonesia into context

Indonesia participation in global family planning commitments was launched in the London Summit 2012. The main target is providing family planning method for 120 million women of reproductive age in the world and reaching other 17 related indicators by year 2020. To ensure Indonesia’s contribution for the target, government established 8 family planning indicator targets through National Medium-Term Development Plan (RPJMN) 2015-2019. Indonesia also commits to maintain investment for FP programs financing, including reallocating resources to the most densely populated provinces and districts where the TFR is still high and located mostly in rural areas and smaller islands. The country will broaden access and choice by strengthening public and private clinic services and provision of long-acting and secure contraceptive methods, including post-partum FP program.

Risk Factors of Elevated Blood Pressure In Purworejo, Central Java Province, Indonesia: Preliminary Study

Cardiovascular diseases (CVDs) have become the main cause of death in both developed and developing countries. The incidence of cardiovascular disease in developed countries has declined recently, partly because of improved knowledge on risk factors of CVDs which direct to preventive measure. On te other hand, developing countries still suffer from the double burden of both communicable and non-communicable diseases, especially cardiovascular disease.