Kependudukan dan Pembangunan Berkelanjutan

Kerjasama Ikatan Praktisi dan Ahli Demografi Indonesia (IPADI), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Universitas Padjajaran (UNPAD), Pusat Kesehatan Reproduksi Fakultas Kedokteran UGM (PS-Kespro), dan United Nations Population Fund (UNFPA)

Annotated Bibliography: Selected Researches on Family Planning in Indonesia 2005-2015

Indonesia is well known for the success story in promoting and implementing family planning program nationally since 1970s. Prior to the introduction of the family planning programme in the 1970s, the total fertility rate (TFR) is 5.6. Over the subsequent period, the adoption of contraception along with changes in people’s perceptions regarding the ideal number of children and ideal age for marriage caused a dramatic decline in fertility levels.

Population & Family Planning – Seminar Series I

Keynote: Ibu Mustikaningtyas (BKKBN Yogyakarta) on Factors influencing use of long-acting (reversible) contraceptive methods among reproductive-age women in selected FP2020 countries: is an informed choice a key factor?, and Ibu Tira Aswitama (UNFPA Indonesia) on Informed Choice and Long Acting Contraceptive Use in Indonesia: Evidence from PMA2020

Profil Kependudukan dan Pembangunan di Indonesia Tahun 2013

Undang-Undang No. 52 Tahun 2009 tentang ‘Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga’ mengamanatkan bahwa penduduk harus menjadi titik sentral dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan terencana di segala bidang untuk menciptakan perbandingan ideal antara perkembangan kependudukan dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan serta memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa harus mengurangi kemampuan dan kebutuhan generasi mendatang, sehingga menunjang kehidupan bangsa.

PEMBANGUNAN BERWAWASAN KEPENDUDUKAN

Era globalisasi dewasa ini mengharuskan setiap bangsa melakukan penyesuaian dengan menyeluruh. Era yang ditandai dengan makin maraknya investasi pada manusia dan penghargaan yang tinggi terhadap manusia itu menuntut pula kebebasan pada setiap individu untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan dan pilihannya.