Hasil kesepakatan Konferensi Kependudukan dan Pembangunan di Kairo (International Conference on Population and Development disingkat ICPD) pada tahun 1994 telah mencapai usia 20 tahun, yaitu tepatnya pada tanggal 22 September 2014 yang lalu. Kesepakatan di Kairo tersebut merupakan tonggak sejarah dalam pembangunan manusia karena program aksinya telah disepakati oleh 179 pemimpin Negara-negara di dunia. Walapupunkesepakatan tidak mengikat secara hukum internasional, faktanya dari waktu ke waktu sebagian besar negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merasakan betapa pentingnya kesepakatan tersebut dalam pembangunan nasionalnya.

Sebagian besar kebijakan ICPD masih sangat relevan untuk masa beberapa tahun kedepan, namumPBBtelah menyederanakan kesepakatan tersebut dari 16 Bab dan 44 dimensi didalam ICPD kedalam satubentuk: “Kerangka Konsep (framework) Paradigma Baru tentang Kependudukan dan Pembangunan setelah 2014”. Kerangka konsep baru tersebut perlu dicermati agar kebijakan kependudukan dan pembangunan di Indonesia mulai terarah sejalan dengan agenda kependudukan dan pembangunan secara global.

Selama Indonesia tidak lagi memiliki kementerian kependudukan, masalah-masalah kependudukan dan pembangunan jarang dibicarakan. Indonesia juga tidak lagi berperan aktif dalam kancah kependudukan dan pembangunan di tingkat global. Tulisan ini akan mengingatkan kembali kesepakatan ICPD 1994 yang disajikan menjadi:“Kerangka Konsep Kependudukan dan Pembangunan Pasca 2014”. Kesepakatan baru ini dapat menjadi pertimbangan dalam menyusun kebijakan kependudukan dan pembangunan di Indonesia kedepan yang menjadi tugas kementerian kependudukan pada kabinet mendatang.

Read More …

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.