Oleh: Pusat Kesehatan Reproduksi dan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan FK UGM

Ringkasan

Metode kontrasepsi campuran biasanya diinterpretasikan sebagai suatu ukuran dari cakupan dimana wanita dan pasangan mempunyai akses terhadap berbagai macam metode kontrasepsi. Kemiringan ekstrim dari metode campuran biasa dianggap sebagai suatu indikasi bahwa wanita/pasangan pada suatu negara tertentu atau area sub-nasional tidak disediakan akses terhadap berbagai jenis pilihan kontrasepsi dikarenakan suatu alasan tertentu. Empat provinsi mempunyai metode campuran yang miring didominasi oleh satu metode (contohnya., 60% atau lebih) – Aceh, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, dan NTB. Hal ini disebabkan oleh dua faktor potensial : (1) informed choice (atau kurangnya informed choice) diantara klien keluarga berencana dan (2) pelayanan yang terganggu disebabkan oleh kehabisan alat kontrasepsi.

Read More …

Leave a Reply

Your email address will not be published.Email address is required.