Download Materi Seminar Ca Cervic

Download Materi Seminar Ca Cervic Epidemiologi dan Pencegahan Kanker Leher RahimI Siswanto Agus Wilopoa aCommunity Health and Nutrition Research Laboratories (CHN-RL), Purworejo member of IDEPTH Site and Department of Public Health, Gadjah Mada University, Yogyakarta, Indonesia Epidemiologi dan Pencegahan Kanker Leher Rahim Siswanto Agus Wilopo, Community Health and Nutrition Research Laboratories (CHN-RL), Purworejo member of IDEPTH Site and Department of Public Health,Gadjah Mada University, Yogyakarta, Indonesia PERAN YAYASAN KANKER INDONESIA DALAM PENANGGULANGAN Kanker Serviks Dr. Sumarjati Arjoso,SKM Pengurus Pusat Yayasan Kanker Indonesia Deteksi, Pencegahan dan Penanggulangan Kanker Serviks Uteri Dr. Heru Prajatmo, MKes, Sp.OG(K)

BAKTI SOSIAL “Pemeriksaan Ca Cervix dengan metode IVA”

LATAR BELAKANG Kanker leher rahim (Ca Cervix) merupakan penyakit kanker kedua terbanyak yang dialami oleh wanita di seluruh dunia. Menurut International Agency for Research on Cancer (IARC), 85% dari kasus kanker di dunia, yang berjumlah sekitar 493.000 dengan 273.000 kematian, terjadi di Negara-negara berkembang. Dan Indonesia merupakan mempunyai jumlah pengidap kanker serviks kedua terbesar setelah Cina. Kanker serviks diperkirakan disebabkan oleh HPV (Human Papilloma Virus), biasanya terjadi pada wanita berumur 31-60 tahun, akan tetapi bukti terkini menunjukan bahwa kanker serviks juga telah menyerang wanita berusia antara 20 – 30 tahun. Untuk itu meskipun masih menjadi kontroversi, di beberapa negara berkembang telah diberikan imunisasi HPV kepada remaja, di negara-negara yang sumber daya kesehatannya rendah, pemberian vaksin secara massal belum diberikan, salah satu alasannya karena harganya sangat mahal. Kanker serviks sebenarnya termasuk jenis kanker yang paling mudah dicegah dan diobati, namun...

SEMINAR “Ca CERVIX: teknologi pendeteksian, pencegahan, dan penanggulangan terkini” Dalam rangka Annual Scientific Meeting (ASM) 2010

LATAR BELAKANG Kanker leher rahim (Ca Cervix) merupakan penyakit kanker kedua terbanyak yang dialami oleh wanita di seluruh dunia. Sesuai namanya, kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada servik uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim, yang terletak di antara uterus dengan vagina. Menurut International Agency for Research on Cancer (IARC), 85% dari kasus kanker di dunia, yang berjumlah sekitar 493.000 dengan 273.000 kematian, terjadi di Negara-negara berkembang. Di Indonesia pengidap Ca Cervix adalah terbanyak diantara pengidap kanker lainnya, bahkan di seluruh dunia adalah nomer kedua setelah Cina. Kanker ini biasanya terjadi pada wanita berumur 31-60 tahun, tetapi bukti statistik menunjukan bahwa Ca Cervix juga dapat menyerang wanita yang berumur antara 20 – 30 tahun. Dan menjadi pembunuh nomor dua perempuan di Asia, namun lebih dari limapuluh persen penderita datang berobat...

Lancet Series on Health in Southeast Asia Author Workshop

The Lancet Series on Health in Southeast Asia was conceived of in early 2009 as the partnership between China Medical Board, The Rockefeller Foundation, and The Lancet. It aimed to follow on to the success of China Medical Board and The Lancet’s collaboration on the Health System Reform in China Series launched in 2008. The Health in Southeast Asia Series was launched in Bangkok in May 2009 at a brainstorming consultation hosted by Rockefeller Foundation. This series would be the first Lancet Series focused on geographic region and thus posed some special challenges in forging a regional vision and common geography for the Series. The Series purpose is to scientifically analyze regional health developments for policy dialogue through the academic production of a set of scientific papers. The Series also aims to promote research capacity-building by engaging with younger...

Center of Reproductive Health

Center of Reproductive Health is dedicated to implement three missions of higher education or university (Tri Darma Perguruan Tinggi), which aims at achieving goals to be a center of excellence and innovation on reproductive health research, demographic and health surveillance, and educational activities to increase population health status. Its main objectives are: 1) to undertake demographic and public surveillance at household level to understand reproductive health behavior as well as descriptive health, nutritional, epidemiologic, demographic, and social-economic determinants that are fundamentals to health planning and provision of reproductive health care services; 2) to develop public health prevention and intervention actions to accelerate the achievement of MDGs goal related to reproductive health problems, including development of new contraceptive technology; 3) to evaluate effectiveness and efficiencies of reproductive health programs targeted to large population, such as screening, immunization or vaccination program...

Seminar of Psycosocial Aspect on Obstetric / Genecology

Pengantar Usia reproduktif merupakan masa yang paling kompleks dalam hidup manusia. Kehamilan dan periode setelahnya banyak dijumpai gangguan mental yang mempengaruhi kesehatan reproduksi atau justru menjadi komplikasi ikutan. Banyak informasi yang belum terformulasi dengan baik tentang aspek mental dalam usia reproduksi. Tujuan seminar ini adalah untuk mengumpulkan berbagai tinjauan aspek mental yang di kemudian hari diharapkan menjadi area penelitian yang cukup luas. Tujuan yang lain adalah meningkatkan praktek dan pelayanan klinik terhadap ibu yang mengalami kesulitan dalam kesehatan reproduksinya. Dalam suatu keluarga ibu adalah tumpuan perhatian: semua anggota keluarga tergantung pada keceriaan, keinginan berkorban, kasih sayang ibu. Oleh karena itu membantu ibu mengatasi kesulitasnnya dalam masa reproduksi berarti juga memberikan dukungan moral bagi kesehatan generasi berikutnya.

Course of Qualitative Methods for Reproductive Health Research

Pengantar Saat ini minat semakin meningkat untuk memperluas ruang lingkup dan penerapan riset kesehatan di luar pemakaian indikator dasar seperti mortalitas dan morbiditas, ataupun survei terstruktur seperti survei KAP. Perubahan ini dipicu oleh beberapa keadaan: Pengakuan bahwa pemahaman dari studi antropologi, terutama dalam antropologi kedokteran sangat berguna. Terutama dalam meningkatkan pemahaman mengapa orang berpikir atau berperilaku seperti sekarang ini dan bagaimana pengaruhnya pada kesehatan. Bukti bahwa cara pandang profesional kesehatan sangat berfokus pada kenyataan dan ada kebutuhan untuk mempertimbangkan perspektif pasien/klien/konsumen. Perhatian untuk menggali intervensi kesehatan masyarakat yang menyangkut multi strategi sehingga tidak cukup hanya menggunakan desain riset evaluasi konvensional. Pengakuan bahwa metode kualitatif berperan dalam meningkatkan praktek berbasis bukti.