Keluarga Berencana – Buku Pedoman Global Untuk Pemberi Layanan

Buku pedoman baru mengenai metode keluarga berencana dan topik terkait ini merupakan buku pertama dari jenisnya: Melalui proses kolaboratif dan terorganisir, para ahli dari seluruh dunia telah mencapai konsensus tentang panduan praktis yang mencerminkan bukti ilmiah terbaik yang tersedia. World Health Organization (WHO) mengelola proses ini. Banyak bantuan teknis utama dan organisasi profesi telah mendukung dan mengadopsi panduan ini.

Pelayanan Kontrasepsi dalam Sistem Pelayanan Kesehatan di Era BPJS

Setahun sebelum penelitian ini dilakukan, saya mendengar pidato salah satu pejabat Negara bahwa pelayanan KB di dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu mendapat perhatian khusus karena kebutuhan untuk membeli kondom saja mencapai 11 trilun. Meskipun barangkali ucapan dalam acara Seminar Nasional tentang Kebijakan Kesehatan di Surabaya tersebut sambil bergurau, saya menanggapinya dengan serius. Pelayanan kontrasepsi sebagai bagian pokok dari program Keluarga Berencana Nasional ternyata tidak menjadi isu penting dalam pelaksanaan JKN di Indonesia. Saya menangkap bahwa masalah KB tidak menjadi isu serius seperti halnya dalam program ‘Obama Care’ di Amerika Serikat.

UJI KLINIS PERBANDINGAN EFEKTIFITAS, KEAMANAN DAN PENERIMAAN KONTRASEPSI YANG MENGANDUNG LYNESTRENOL (NEXTON® DAN EXLUTON®) UNTUK WANITA MENYUSUI DI INDONESIA

Di Indonesia, pola menyusui secara ekslusif sangat rendah selama beberapa tahun terakhir ini. Ditengarai bahwa perubahan pola menyusui berdampak pada lamanya amenorrhea selama laktasi sehingga kembalinya ovulasi pasca melahirkan diduga semakin cepat. Di sisi lain, penggunaan kontrasepsi pasca persalinan masih relatif rendah karena kesadaran dan pilihan teknologi kontrasepsi pasca melahirkan belum disosialisasikan dengan baik. Setiap tahun lebih dari 4 juta wanita melahirkan anak, akan tetapi hanya sekitar 14 persen dari mereka menggunakan kontrasepsi dalam kurun waktu 6 bulan pasca melahirkan.

Kependudukan dan Pembangunan Berkelanjutan

Kerjasama Ikatan Praktisi dan Ahli Demografi Indonesia (IPADI), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Universitas Padjajaran (UNPAD), Pusat Kesehatan Reproduksi Fakultas Kedokteran UGM (PS-Kespro), dan United Nations Population Fund (UNFPA)

Annotated Bibliography: Selected Researches on Family Planning in Indonesia 2005-2015

Indonesia is well known for the success story in promoting and implementing family planning program nationally since 1970s. Prior to the introduction of the family planning programme in the 1970s, the total fertility rate (TFR) is 5.6. Over the subsequent period, the adoption of contraception along with changes in people’s perceptions regarding the ideal number of children and ideal age for marriage caused a dramatic decline in fertility levels.

Seminar: Kompetensi Inti untuk Kedokteran Bencana dan Kesehatan Masyarakat – Proposal untuk revisi Standard Kompetensi Dokter Indonesia

LatarBelakang: Indonesia salah satu negara yang sering kali mengalami bencana sehingga disebut “Supermaketof Disaster”. Upaya penanggulangan bencana memerlukan banyak sumber daya manusia (SDM) dari berbagai sektor profesional, termasuk dokter. Bencana alam dan bencana karena ulah manusia, termasuk serangan terorisme, dapat terjadi dan memerlukan tenaga dokter. Tidak menutup kemungkinan bahwa dokter akan diminta untuk memimpin upaya pertolongan pertama di daerah mereka bekerja sampai dengan bantuan lainnya berdatangan. Sebagian besar dokter belum pernah mendapatkan pelatihan secara formal dalam bidang ini. Tanpa pengalaman dan pelatihan, tidak mungkin seorang dokter dapat melaksanakan tugas ini dengan baik.