PEMBANGUNAN BERWAWASAN KEPENDUDUKAN

Era globalisasi dewasa ini mengharuskan setiap bangsa melakukan penyesuaian dengan menyeluruh. Era yang ditandai dengan makin maraknya investasi pada manusia dan penghargaan yang tinggi terhadap manusia itu menuntut pula kebebasan pada setiap individu untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan dan pilihannya.

Fact sheet of Indonesia Track20

From its inception, FP2020 has been committed to leading a transformation in the global monitoring of family planning (FP). FP2020’s measurement agenda requires a standardized approach to monitoring and evaluation that produces internationally comparable estimates on an annual basis across the 69 FP2020 focus countries. FP2020’s 17 Core Indicator estimates are produced by Track20, a project of Avenir Health, in collaboration with a network of country FP measurement specialists. Track20 trains country M&E specialists to use the FP2020 Core Indicators in alignment with country FP strategies, and supports annual country consensus workshops where government ministries of health and diverse stakeholders conduct reviews of FP data. The University of Gadjah Mada is Avenir Health’s implementing partners in Indonesia.

Lembar Fakta Indonesia Track20

Sejak awal, FP2020 telah berkomitmen untuk memimpin sebuah transformasi global dalam monito keluarga berencana (KB). Pengukuran agenda FP 2020 membutuhkan suatu pendekatan yang terstandarisasi untuk monitor dan evaluasi yang menghasilakn pengukuran yang dapat dibandingkan secara internasional setiap tahun diantara 69 negara fokus FP2020. Perhitungan 17 indikator utama dari FP2020 dihasilkan oleh Track 20, sebuah proyek Avenir Health, dalam kolaborasi dengan beberapa negara yang berkomitmen dalam pemantauan program keluarga berencana. Track20 melatih negara spesialis M&E untuk menggunakan indikator inti FP2020 disesuaikan dengan strategi KB masing-masing negara dan mendukung konsesus workshop tahunan dimana pemerintah, mentri kesehatan dan berbagai stakeholder melakukan review data KB. Universitas Gadjah Mada adalah partner implementasi di Indonesia.

Levels , Trends and Determinants of Informed Choice in Family Planning in Indonesia

Informed choice is an integral part of family planning service. Informed choice refers to whether women are provided adequate information when choosing a family planning method. This specific information becomes one of indicators in FP2020 global commitment to family planning and is known as Method Information Index (MII). Informed choice implementation will help government guarantee that family planning service are being delivered with good quality and according to right-based principles. Maximizing informed choice is hoped to help reduce discontinuation rates, unmet need, and a skewed national method mix.

Tingkat, Tren dan Faktor Penentu dari Informed Choice dalam Keluarga Berencana di Indonesia

Informed choice adalah suatu bagian penting dari pelayanan keluarga berencana. Informed choice mengacu pada apakah wanita diberikan informasi yang cukup ketika memilih metode keluarga berencana. Informasi spesifik ini menjadi salah satu indikator global komitmen FP2020 terhadap keluarga berencana dan dikenal sebagai Method Information Index (MII). Implementasi Informed choice akan membantu pemerintah memastikan bahwa pelayanan keluarga berencana disediakan dengan kualitas yang bagus dan dengan prinsip berdasar hak. Memaksimalkan informed choice diharapkan dapat membantu mengurangi tingkat putus pakai, unmet need dan method mix nasional yang tidak seimbang.

Putting the results of the 2015 PMA 2020 survey in Indonesia into context

Indonesia participation in global family planning commitments was launched in the London Summit 2012. The main target is providing family planning method for 120 million women of reproductive age in the world and reaching other 17 related indicators by year 2020. To ensure Indonesia’s contribution for the target, government established 8 family planning indicator targets through National Medium-Term Development Plan (RPJMN) 2015-2019. Indonesia also commits to maintain investment for FP programs financing, including reallocating resources to the most densely populated provinces and districts where the TFR is still high and located mostly in rural areas and smaller islands. The country will broaden access and choice by strengthening public and private clinic services and provision of long-acting and secure contraceptive methods, including post-partum FP program.

Meletakkan Hasil dari Survei PMA2020 2015 ke dalam Konteks

Partisipasi Indonesia dalam komitmen keluarga berencana global diluncurkan pada the London Summit 2012. Dengan target utama menyediakan metode keluarga berencana untuk 120 juta wanita usia subur di dunia dan mencapai 17 indikator terkait pada tahun 2020. Untuk memastikan kontribusi Indonesia terhadap target tersebut, pemerintah membuat 8 target indikator keluarga berencana melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Indonesia juga berkomitmen untuk menjaga investasi untuk program pembiayaan KB, termasuk merealokasikan sumber daya ke area yang paling padat penduduk dan pulai kecil. Negara akan memperluas akses dan pilihan dengan memperkuat pelayanan klinik umum dan swasta dan menyediakan metode jangka panjang dan aman, termasuk program KB post-partum.

Extreme Contraceptive Method Mix in Indonesian Provinces: Contributing Factors and Consequences

Contraceptive Method Mix usually interpreted as a measure of the extent to which women and couples have access to a wide range of contraceptive methods. Extreme skewness of methods mixes are often taken as an indication that women/couples in a given country or sub-national area are not being provided access to a wide range of contraceptive options for one reason or another. Four (4) provinces had skewed method mixes dominated by a single method (i.e., 60% or more) – Aceh, South Sumatra, West Kalimantan and NTB. It was caused by two potential factors: (1) informed choice (or lack thereof) among family planning clients and (2) service disruptions caused by stock-outs of contraceptive commodities.

Ketimpangan distribusi method mix di Provinsi-provinsi Indonesia: Faktor kontribusi dan konsekuensinya

Metode kontrasepsi campuran biasanya diinterpretasikan sebagai suatu ukuran dari cakupan dimana wanita dan pasangan mempunyai akses terhadap berbagai macam metode kontrasepsi. Kemiringan ekstrim dari metode campuran biasa dianggap sebagai suatu indikasi bahwa wanita/pasangan pada suatu negara tertentu atau area sub-nasional tidak disediakan akses terhadap berbagai jenis pilihan kontrasepsi dikarenakan suatu alasan tertentu. Empat provinsi mempunyai metode campuran yang miring didominasi oleh satu metode (contohnya., 60% atau lebih) – Aceh, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, dan NTB. Hal ini disebabkan oleh dua faktor potensial : (1) informed choice (atau kurangnya informed choice) diantara klien keluarga berencana dan (2) pelayanan yang terganggu disebabkan oleh kehabisan alat kontrasepsi.

Understanding “All Women” Family Planning Program Indicators in the Context of Trends in Marriage: Indonesian Case Study

In order to emphasize the principle that all women and their partners are entitled to access to family planning and other reproductive health services, many of the FP2020 “core” indicators are being measured for all women of reproductive age (WRA) as opposed to only among married women (MWRA) as has been traditionally done. Notable among indicators affected by this refinement are the Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR) and the Number of Additional Users of Modern Contraception, two of the “headline” FP2020 core indicators.